ibahasa(Indonesia Bahasa) kami ciptakan untuk membudayakan dan memperkenalkan kembali Bahasa persatuan kita yaitu, Bahasa Indonesia. Isi dari blog ini terdapat macam - macam informasi seputar bahasa, sastra, puisi, dan berbagai macam hal lainnya, yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia
LANGUAGE | DICTIONARY | KAMUS | TRANSLATE | DIRECTORY

THANKS FOR "SAY NO TO DRUG'S"

Wednesday, January 16, 2008

Huruf Jawi

Huruf Jawi (Bahasa Arab: جوي Jăwi) (atau Yawi di Daerah Pattani) adalah abjad arab yang diubah untuk menuliskan Bahasa Melayu. Abjad ini digunakan sebagai salah satu dari tulisan resmi di Brunei, dan juga di Malaysia,Indonesia, Filipina selatan, Patani di Thailand selatan dan Singapura untuk hal hal yang bersifat kerohanian.

Sejarah
Kemunculannya berkait secara langsung dengan kedatangan agama Islam ke Nusantara. Abjad ini didasarkan pada abjad arab dan digunakan untuk menuliskan ucapan Melayu. Dengan demikian, tidak terhindarkan adanya tambahan atau modifikasi beberapa hurufuntuk mengakomodasi bunyi yang tidak ada dalam bahasa Arab (misalnya ucapan /o/, /p/, atau /ŋ/).

Bukti terawal tulisan Jawi ini berada di Malaysia dengan adanya Prasasti Terengganu yang bertarikh 702 Hijriah atau abad ke-14 Masehi (Tarikh ini agak problematis sebab bilangan tahun ini ditulis, tidak dengan angka). Di sini hanya bisa terbaca tujuh ratus dua: 702H. Tetapi kata dua ini bisa diikuti dengan kata lain: (20 sampai 29) atau -lapan -> dualapan -> "delapan". Kata ini bisa pula diikuti dengan kata "sembilan". Dengan ini kemungkinan tarikh ini menjadi banyak: (702, 720 - 729, atau 780 - 789 H). Tetapi karena prasasti ini juga menyebut bahwa tahun ini adalah "Tahun Kepiting" maka hanya ada dua kemungkinan yang tersisa: yaitu tahun 1326M atau 1386M.
Abjad Jawi adalah salah satu dari abjad pertama yang digunakan untuk menulis bahasa Melayu, dan digunakan sejak jaman Kerajaan Pasai, sampai jaman Kesultanan Malaka, Kesultanan Johor, dan juga Kesultanan Aceh serta Kesultanan Patani pada abad ke-17. Bukti dari penggunaan ini ditemukan di Batu Bersurat Terengganu, bertarikh 1303 Masehi ( atau 702H pada Kalendar Islam). Pengunaan alfabet Romawi pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-19. Abjad jawi merupakan tulisan resmi dari Negeri-negeri Melayu Tidak Bersekutu pada zaman kolonialisme Britania.

Zaman dahulu, abjad jawi memainkan peranan penting dalam masyarakat. Abjad ini digunakan sebagai media perantara dalam semua urusan tata usaha, adat istiadat, dan perdagangan. Sebagai contoh, huruf ini digunakan juga dalam perjanjian-perjanjian penting antara pihak raja Melayu dengan pihak Portugis, Belanda, atau Inggeris. Selain itu, pernyataan kemerdekaan 1957 bagi negara Malaysia sebagian juga tertulis dalam aksara jawi.

Sekarang abjad ini digunakan untuk urusan kerohanian dan tata usaha budaya Melayu di Terengganu, Kelantan, Kedah, Perlis, dan Johor. Orang-orang Melayu di Patani masih menggunakan abjad Jawi sampai saat ini.

Huruf Jawi
Karakter Berdiri Sendiri Awal Tengah Akhir Nama
ا ﺍ ﺎ alif
ب ﺏ ﺑ ﺒ ﺐ ba
ت ﺕ ﺗ ﺘ ﺖ ta
ث ﺙ ﺛ ﺜ ﺚ tha
ج ﺝ ﺟ ﺠ ﺞ jim
ح ﺡ ﺣ ﺤ ﺢ ha
چ ﭺ ﭼ ﭽ ﭻ ca
خ ﺥ ﺧ ﺨ ﺦ cha
د ﺩ ﺪ dal
ذ ﺫ ﺬ dhal
ر ﺭ ﺮ ra
ز ﺯ ﺰ zai
س ﺱ ﺳ ﺴ ﺲ sin
ش ﺵ ﺷ ﺸ ﺶ shin
ص ﺹ ﺻ ﺼ ﺺ ṣad
ض ﺽ ﺿ ﻀ ﺾ ḍad
ط ﻁ ﻃ ﻄ ﻂ ṭa
ظ ﻅ ﻇ ﻈ ﻆ ẓa
ع ﻉ ﻋ ﻌ ﻊ ain
غ ﻍ ﻏ ﻐ ﻎ ghain
ڠ nga
ف ﻑ ﻓ ﻔ ﻒ fa
ڤ ﭪ ﭬ ﭭ ﭫ pa
ق ﻕ ﻗ ﻘ ﻖ qaf
ك ﻙ ﻛ ﻜ ﻚ kaf
ڬ gaf
ل ﻝ ﻟ ﻠ ﻞ lam
م ﻡ ﻣ ﻤ ﻢ mim
ن ﻥ ﻧ ﻨ ﻦ nun
و ﻭ ﻮ wau
ۏ va
ه ﻩ ﻫ ﻬ ﻪ ha
ي ﻱ ﻳ ﻴ ﻲ ya
ڽ nya

Huruf yang diabu-abukan merupakan rekaan yang hanya didapati dalam bahasa Melayu dan tidak dijumpai di huruf Arab yang sejatinya.

Bacaan lanjutan
• H.S. Paterson (& C.O. Blagden), 'An early Malay Inscription from 14th-century Trengganu', Journ. Mal. Br.R.A.S., II, 1924, pp. 258-263.
• R.O. Winstedt, A History of Malaya, revised ed. 1962, p. 40.
• J.G. de Casparis, Indonesian Paleography, 1975, p. 70-71.

Sumber informasi ; http://id.wikipedia.org/wiki/Huruf_Jawi

2 comments:

G2 said...

jawi itu sama dengan jawa=jowo yang tertautkan kepada mereka yang berbahasa "melayu". Melayu itu tertaut dengan kawasan bukan bahasa. Jawi itu aslinya dari Samudra Pasai bukan dari Pattani. Jawa/Jawi/Jowo berawal dari panggilan/sebutan Orang dari Nusantara di Negeri Arab. jadi Orang Arab memanggil orang Nusantara dengan Jawi/Jawa/Jowo. tapi Orang Aceh mengenal Jawi/Jowo/Jawa sebagai orang Melayu. Kampong Jawa di Bandar Aceh tertaut dengan orang Melayu. sedangkan Jawi dalam bahasa Aceh artinya Kiri atau Kidal.

Yahya Anak Rainin said...

Kenapa putus sampai sejarah kemunculan saja? padahal kisah tragisnya ada pada kisah kemundurannya. Dalam hal ini, banyak orang menyangka kalau penjajah lah yang bertanggung jawab terhadap terkikisnya Arab Melayu. Ternyata eh ternyata, memang bangsa kita sendiri yang menginginkannya.