ibahasa(Indonesia Bahasa) kami ciptakan untuk membudayakan dan memperkenalkan kembali Bahasa persatuan kita yaitu, Bahasa Indonesia. Isi dari blog ini terdapat macam - macam informasi seputar bahasa, sastra, puisi, dan berbagai macam hal lainnya, yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia
LANGUAGE | DICTIONARY | KAMUS | TRANSLATE | DIRECTORY

THANKS FOR "SAY NO TO DRUG'S"

Friday, May 23, 2008

Being 20 Something Is Hard [ Novel ]

NEGERI IMPIAN

Beberapa Bulan Setelah Kemenagan Melawan Ayah

“you can kiss your family and friends good-bey and put miles betweenyou, but at the same time you carry them with you in your heart, your mind, your stomach, because you do not just live in a world but a world live in you”

- Frederick Buechner


TERDENGAR tangisan seorang gadis di sebuah apartemen 2 kamar di daerah Paris 15. “Huhuuuuu…. Aku nyesal nggak masuk UI! Aku nyesal kenapa nipu-nipu ayah pas UMPTN! Aku nyesal kenapa aku berangkat kesini! Aku harus cuci baju plus setrika sendiri! Aku harus masak sendiri! Mana aku punya waktu ngerjain itu semua? Aku kan harus belajar untuk persiapan ujian?! Aku nggak ada temennya? Aku kesepiaaaaaaaaaaaaaannnnn!!!”. Tangannya mengelap air mata yang bercucuran dengan tissue yang sudah lecek.

Ia masih bicara sendiri dengan suara sengaunya, “Semua teman kelasku pada ngobrol pakai bahasa sendiri-sendiri, sementara nggak ada satu pun anak Indonesia di kelasku!! Temen-temen kelasku lebih banyak yang nggak bisa bahasa Inggris, padahal kalo pakai Bahasa Prancis sama-sama nggak nyambung karena masih sama-sama bolot!! Aku nggak ngerti orang-orang pasa ngomong apa. Bahasa Prancisku nggak bagus, kalau belanja Orang Prancis malah marah-marah karena nggak ngerti aku ngomong apa. Aku jalan lambat aja udah dijudesin! Aku salah jalur aja langsung ditubruk. Aku kesepian, nggak punya temen. Huuu… Ayahh.. Ibuuu..”.

Sara menagis terisak di minggu ke-2 kedatangannya, 2 hari setelah ayah ibu pulang ke Indonesia. Kajadian itu masih berlangsung 1 minggu lamanya.

Tapi setiap yah atau ibu telepon, dia selalu memperdengarkan suara ceria. Seolah-olah senag dengan pilihannya. Ketika telepon ditutup, dia kembali menangis.

Untungnya di minggu ketiga kondisi sudah mulai membaik. Dia sudah mulai terbiasa dengan keadaan sendirian. Memasak mulai jadi hobi. Belanja, buka account bank, naik metro dan kemana-mana sudah biasa sendiri. Dia mulai tidak megharapkan ditemani siapa pun, karena memang di sana semua orang harus melakukan segala sesuatunya sendiri. Tidak ada yang menemani, tidak ada yang membantu. Harus mandiri!

Satu hari ketika dia sedang belajar, telepon rumahnya berbunyi. Dia piker ayah atau ibunya, karena Cuma mera yang meneleponnya setiap hari secara bergantian. Kalo tidak ayah Ya ibu!

Ini adalah penggalan dari bagian kedua dari buku berjudul “Being 20 Something Is Hard”, dimana seorang gadis yang bernama “sara” yang menghadapi quarter life crisis di masa umur 20an.

Bagaimana kamu enghadapi quarter life crisis?

Judul : Being 20 Something Is Hard

Penulis : Dewi Pravitasari

Penerbit : DiwanTeen

http://diwanteen.blogspot.com , http://diwanpublish.com

No comments: