ibahasa(Indonesia Bahasa) kami ciptakan untuk membudayakan dan memperkenalkan kembali Bahasa persatuan kita yaitu, Bahasa Indonesia. Isi dari blog ini terdapat macam - macam informasi seputar bahasa, sastra, puisi, dan berbagai macam hal lainnya, yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia
LANGUAGE | DICTIONARY | KAMUS | TRANSLATE | DIRECTORY

THANKS FOR "SAY NO TO DRUG'S"

Wednesday, June 25, 2008

Penulisan Kata ( Written an abjad )

Mengenai penulisan kata, yang masih perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut.

1. Awalan di- dan ke- ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Benar Salah

dikelola di kelola

ketujuh ke tujuh

2. Gabungan kata yang salah satu unsurnya merupakan unsur terikat ditulis serangkai.

Benar Salah

saptakrida sapta krida

sapta-krida

subseksi sub seksi

sub-seksi

nonkolaborasi nonkolaborasi

non-kolaborasi

3. Bentuk dasar berupa gabungan kata yang mendapat awalan atau akhiran ditulis serangkaian atau ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur gabungan kata itu.

Benar Salah

bertolak belakang bertolakbelakang

Bertolak-belakang

tanda tangani tandatangani

tanda-tangani

mendarah daging mendarahdaging

mendarah-daging

4. Bentuk dasar berupa gabungan kata yang sekaligus mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.

Benar Salah

melatarbelakangi melatar belakangi

melatar-belakangi

menghancurleburkan menghancur leburkan

menghancur-leburkan

penyebarluasan penyebar luasan

penyebar-luasan

dibumihanguskan dibumi hanguskan

dibumi-hanguskan

5. Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital, di antara kedua unsur itu dibubuhkan tanda hubung (-).

Bentuk Salah

non-Indonesia nonIndonesia

non Indonesia

non-Afrikanisme nonAfrikanisme

non Afrikanisme

6. Kata ulang dituliskan dengan menggunakan tanda hubung di antara kedua unsurnya.

Benar Salah

anak-anak anak anak

undang-undang undang undang

terus-menerus terus menerus

7. Kata depan di dan ke ditulis terpisah dri kata yang mengikutinya.

Benar Salah

di rumah dirumah

ke mana kemana

8. Kata sandang si ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.

Benar Salah

si pengirim sipengirim

si penerima sipenerima

si pemalu sipemalu

si pencuri sipencuri

9. Partikel per yang berarti ‘tiap’ dan ‘mulai’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului dan mengikutinya. Sebaliknya, per pada bilangan pecahan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

Benar Salah

satu per satu turun satu persatu turun

dua pertiga dua per tiga

10. Singkatan nama gelar sarjana kesehatan, dokter, seringkali dipermasalahkan. Di dalam lingkungan masyarakat muncul singkatan Dr. untuk dokter (kesehatan) dan DR untuk doktor (purnasarjana). Hal ini tentu saja bertentangan dengan kaidah karena singkatan Dr. diperuntukkan bagi gelar Doktor, sedangkan DR seolah-olah merupakan singkatan kata atau nama yang sama halnya dengan PT (perseroan terbatas), SD (sekolah dasar).

11. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf kapital, tidak diikuti tanda titik.

Benar Salah

DPR D.P.R

PT P.T.

SMP S.M.P

SD S.D.

12. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.

Benar Salah

sda. s.d.a.

ttd. t.t.d.

yad. y.a.d.

13. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

Benar Salah

cm cm.

Rp Rp.

km km.

14. Akronim nama diri, yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.

Benar Salah

Golkar GOLKAR

Kowani KOWANI

Bappenas BAPPENAS

2 comments:

Arif said...

Saya dapat di Wikipedia:
1. Doktor (S3)
DR. SYAFARUDIN, bukan Dr. SYAFARUDIN, tetapi
Dr. Syafarudin, bukan DR. Syafarudin.
2. Dokter (ahli penyakit)
Dr. SOEMANTRI, bukan dr. SOEMANTRI, tetapi
dr. Soemantri, bukan Dr. Soemantri
Betul tidak? Yang betul NY. DEWI atau Ny. DEWI?

Advertising dan Huruf Timbul said...

anda benar-benar ahli bahasa